Senin, 14 Desember 2020
Berkarya Bersama
Senin, 30 November 2020
Bermain di Kampung Komunitas
Senin, 09 November 2020
Menemukan Potensi Diri
Sabtu, 12 Oktober 2019
Mata sang anak
Memandang mata anak itu seperti membaca rasa yang ada dalam dirinya. Menatapnya lembut akan mengalihkan dunia kita berdua.
Masya Allah, mata adalah pancra Indra yang sangat bermanfaat dalam kehidupan ini. Tapi harus selalu hati-hati dengan panca indera yg satu ini, karena banyak penyebab segala kelalaian, kedzaliman, prasangka dan lain-lain dari mata.
Untuk memadukan kedekatan dengan anak pun mata sangat berpengaruh. Pandanglah, sambil mendoakan insya Allah perlahan akan selalu terikat di hati.❤️
#noteforself
#writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
Kamis, 10 Oktober 2019
Jajaaan
Jajan.
Kata yang kini setiap hari aku dengar. Kata yang selalu diucapkan kakak Alifah sebelum ataupun sepulang sekolah.
Sejak kakak masuk TK, jajan itu seperti kewajiban. Padahal kalau sudah dibeli, entah itu mainan atau makanan, terkadang tidak diapakan. Memang senang belinya saja.
Tapi selain kakak yang selalu jajan, dibalik itu, ibu nya anak-anak TK ternyata yang nggak kalah banyak jajannya. Hehe
Aku akui, hampir seluruh buibu itu pada jualan. Kadang tuh kalau ditawarin, mau nolak tuh gak enakan😆 padahal terkadang belum butuh. Tapi akhirnya ya aku beli aja, supaya nanti daganganku juga dibeli para buibu.. hihi
*Niatnya bener gak? 😆
#writober
#RBMIpJakarta
#ibuprifesionaljakarta
Rabu, 09 Oktober 2019
Bismillaah
Bismillaah..
Dengan menyebut nama Allah.
Begitulah setiap ingin memulai sesuatu, memulainya dengan basmalah.
Agar setiap apa yang dikerjakan bernilai ibadah dan berkah.
Sebelum makan baca bismillah.
Sebelum masak baca bismillah.
Sebelum menulis baca bismillah..
yaa menulis inii akan bernilai ibadah jika dimulai dengan basmallah.
Kadang Bingung, seneng nulis tapi gak tau mau nulis apa, itu aku banget hehehe
Akhirnya jurus andalannya, aku tulis bismillaah. Ada aja ide yang datang. Tulis apapun yg ingin diutarakan, karena niat baik insya Allah Allah permudah.
Ringan diucapkan, namun kadang terlupa. Ya, itu basmalah. Padahal dibalik itu terdapat keberkahan dan keutamaan yang besar.
Tak ada di dunia ini yang terjadi tanpa tangan-Nya.
Bismillaah.. permudahlah ya Allah atas segala niat baikku, berkahilah segala langkahku, Ridhoilah segala amalku aamiin ya rabbal alamiin 😇
#writober
#RBMIpJakarta
#ibuprifesionaljakarta
Sabtu, 02 Februari 2019
Universitas Kehidupan
Universitas kehidupan.
yaa.. kehidupan ini memang lah ibarat sebuah universitas yang mengajarkan sesuatu setiap detiknya, dan ujiannya selalu mendadak.
Banyak sekali jurusan ilmu didalamnya, dan aku sangat tertarik dan menyukai untuk mengulik ilmu rumah tangga.
Ilmu rumah tangga itu bagai ilmu yang tak bisa di lepaskan dari kehidupan berkeluarga dan pelengkap dari ilmu agama. Kehidupan dunia ini hanyalah sementara, ibarat numpang lewat aja, jadi ilmu agama paling utama yang harus aku tekuni dan ilmu rumah tangga menjadi paket lengkap.
Ilmu rumah tangga itu cuma ada di universitas kehidupan. Bagaimana pun teorinya, yang terpenting adalah menerapkannya. Ilmu rumah tangga itu penting, karena kunci sukses dunia akhirat.
Mengutip perkataan Bu Septi "Bersungguh-sungguhlah kalian di dalam, maka kalian akan keluar dengan kesungguhan itu"
Ibu Septi telah membuktikan nya. Ilmu ini mahal, perlu kesungguhan dalam mempelajari dan mengamalkannya. Ilmu ini bisa mengantarkan keluarga, bersama menjadi lebih baik dan tentunya akan saling bermanfaat untuk orang sekitar, dan orang banyak.
Yang harus aku lakukan adalah,
❤️Selalu terus belajar dan memperbaiki diri.
❤️Haus akan ilmu, membaca buku tentang rumah tangga, tentang agama Islam yang menyeluruh.
❤️mengajak suami untuk selalu berpartner yang baik dan selalu taat atas segala perintah nya, karena itulah keutamaan menjadi istri.
❤️Mengikuti komunitas yang mempelajari ilmu rumah tangga dan parenting.
❤️ Follow dan belajar dari yang telah berpengalaman dalam dunia rumah tangga dan parenting, seperti ibu Septi Peni, ibu Elly Risman, teh Febrianti dan lain lain
❤️ Bersungguh-sungguh mempraktekkan ilmu nya dan terus memodifikasinya dengan tujuan kehidupan keluarga kami. Dan terpenting memperbaiki diri selalu
❤️men-share kepada saudara, teman, dan kepada para ibu tentang ilmu yang saya ketahui, agar menjadi kan kita bersama menjadi keluarga yang kokoh dari dalam.
Dalam proses belajar ini, aku harus selalu menjadi gelas kosong yang siap menerima ilmu yang baik darimanapun aku dapatkan. Aku harus selalu Bersungguh-sungguh untuk hadir tepat waktu,duduk paling depan dan fokus dalam belajar dan mengamalkannya.
Aku juga harus berterima kasih kepada pemberi ilmu dengan cara mempraktekkan ilmunya, dan bila aku men-share nya kembali aku menyebutkan ilmu itu bersumber dari siapa.
Yang pastinya agar ilmu ini selalu berkah, aku harus selalu ikhlas dalam menuntut ilmu diniatkan hanya untuk Allah SWT, yang semoga menjadikan aku dan keluargaku dan sekeliling ku senantiasa dalam keberkahan-Nya. Dan menjadi hamba-Nya yang mulia.
Aamiin ya rabbal alamiin.
Jumat, 30 November 2018
Media Sosial favorite
Jaman sekarang, jarang banget orang yang gak pakai media sosial. Dari yang muda sampai tua, hampir semua menggunakannya.
Aku pribadi orang yang medsos banget deh, karena tipe aku emng suka banget bersosialisasi. Jadi ibu rumah tangga yang dirumah aja, medsos itu tempat ngobrol sama temen.
Pastinya medsos itu punya kelebihan dan kekurangan, efeknyapun tergantung kepada si pengguna memanfaatkannya.
Menurutku medsos itu ngebantu banget untuk mencari informasi dan komunitas-komunitas yang sehati. Bergabung didalamnya bisa menambah wawasan dan semangat, karena ternyata dalam hobi tertentu kita gak sendiri. Dan dalam mencari ilmu kepada pakarnya pun mudah di akses dengan akun pribadi para pakar tersebut.
Selain itu, media sosial juga asik banget untuk jualan loh. Jualan itu seperti membantu orang yang dibayar, kenapa? Karena kita bisa menjadi wasilah teman-teman yang sedang membutuhkan barang dagangan kita.
Orang juga biasanya lebih nyaman beli kepada orang yang dikenalnya, karena lebih percaya dan bisa mempertanggung jawabkan.
Jualan di medsos juga baiknya dengan cara softselling, alias gak langsung nawarin orang untuk beli. Melainkan kita mereview produk tersebut, seperti curhat.
Karena emng medsos itu tempatnya ngobrol dan curhat, jadi dibikin asik aja jualannya.
Dengan jualan di medsos, kita jadi bisa banyak dapat kenalan baru. Kadang aku malah jadi curhat ngalor-ngidul sama customer. Maklum sesama mak-mak. Tapi beneran deh jualan di medsos itu asik banget. Selain emang gratis dan jangkauannya luas. Tinggal kasih hastag dalam caption, foto jualan kita akan terlihat sama yg mencari dengan hastag tersebut.
Dan biasanya nih, orang yg suka jualan online adalah pembeli online, iya apa iyaa? Hhi
Aku pribadi seneng banget bersosmed ria, jadi jangan ditanya yaa, semua akun pun aku punya!
Facebook, Twitter, Instagram, WA, telegram, Path (dulu), dan semua-semua pernah aku coba dan pakai.
Pusing sih ngurusnya, dan temennya juga itu-itu aja wkwk. Dan dari semua medsos itu yang paling aku suka adalah Instagram. Karena Instagram tempat asik untuk kepo! Hehe ketawan ya kepoannya. Tapi aku yakin gak sendirian kok yg kepoan hihi.
Kalau kamu, apa medsos favoritnya?
Sabtu, 24 November 2018
Asiknya Gabung Blogger Perempuan Nerwork
Ikutan komunitas yang sehati dan sefasion itu nyenengin banget loh. Seperti gabung di blogger perempuan network ini. Berasa gak sendirian dalam hobi menulis.
Gabung komunitas juga bisa dapat ilmu serta wawasan baruu dan yang paling seru lagi, bisa dapet relasi dan teman baru.
Aku gabung blogger perempuan ini baru banget si, dari seorang teman yang memposting di akun Instagramnya @cutdekayi namanya, beliau adalah co-Founder @gumugu seorang creativepreuner bersama suaminya. Beliau juga seorang ibu muda dengan 2 balita yang cerdas dan lucu. Dahsyatnya lagi, beliau sedang hamil anak ketiga. Masya Allah! Sehat selalu ya Ayii.
Seneng banget bisa ketemu komunitas blogger ini, karena blog emang tempat yang asik banget untuk menuangkan segalanya dalam bentuk tulisan. Jadi bisa memaksimalkan blog yang udah aku punya sekitar 6 tahunan, tapi belum produktif karena belum lihai memanfaatkannya.
Nah, harapan aku gabung ke komunitas blogger perempuan ini, bisa memaksimalkan blogku untuk menyalurkan hobiku menulis dan aku bisa mendesain blog sebaik mungkin supaya bisa lebih menarik dan bermanfaat.
Karena memang perempuan itu punya banyak stok kata yang harus dikeluarkan perharinya, menulis itu solusi banget. Kalau menulis di sosial media, terkadang agak sulit tersimpan rapihnya. Nah, blog itu tempat yang pas banget untuk menyimpan dengan rapih, jadi enak di baca-bacanya lagi.
Para bloggers juga pastinya seneng baca kan? Jadi komunitas ini berisi para perempuan pembelajar sejati doong. menyenangkan sekali bisa bergabung didalamnya.
Karena aku tertarik banget dengan edukasi dan acara-acara yang udah di selenggarakan BPN ini. Supaya bisa lebih semangat dan termotivasi terus untuk menulis dan berbagi. Menurutku, Acara-acara kopdar blogger ini penting banget pastinya bisa menambah semangat dalam ngeblog.
Semoga aku bisa ikutan gabung pas acara kopdar dan sharing-sharing BPN ini kedepannya. BPN juga selalu menjadi lebih baik dalam mengedukasi para bloggers dan makin sukses memberi yang terbaik untuk para bloggers.
Karena para bloggers di BP ini para perempuan yang mempunyai minat, bakat dan fasion yang berbeda-beda, kita jadi bisa memahami ilmu lainnya. Seperti sharing photography, review produk, tips-tips, traveler, daan banyak lagi. Pastinya seru jadi banyak relasinya kan?
Jumat, 23 November 2018
Branding diri
Jadi nama blog ku Fathin Aulia itu pengen ngebranding diri kalau yang namanya Fathin Aulia Sholehah itu ibu muda dengan 3 anak.
November 2018 ini Alhamdulilah usiaku memasuki 24 tahun dengan status menikah, dan ibu dari 3 putri yang cantik nan Sholihaat. Bolehlah yaa dibilang muda hhi.
Ibu muda yang masih kuliah ini, senang banget jualan online dan menulis. Karena jiwa mudanya yang masih suka banget sosialisasi dan menyalurkan kelebihan perempuan yaitu kata-katanya, jadi seneng banget jualan dan nulis, karena bisa menyenangkan hatinya.
Ibu muda dengan anak bayi itu kendala banget ketika berpergian, apalagi tidak ada ART dirumah, jadilah rumah adalah tempat terbaiknya. Dan begitulah hakikatnya perempuan, dirumah.
Dan Fathin Aulia Sholehah ini, adalah Ibu pembejar sejati. Aamiin.
Nama itu berpengaruh banget dipikirkan pemirsa yaa, seperti nama fathin ini.
Sempet ikut seneng pas si Fatin Shidqia Lubis itu menang X-Factor. Kenapa? Karena namaku yang tadinya di sangkut pautinnya dengan nama ikan Alhamdulilah jadi berubah.
Yang biasanya pas ditanya nama.
X: Namanya siapa?
Y: Fathin
X: oh yang ikan itu ya.
Y: :') itumah patin
Jadi berubah semenjak si Fatin menang X-Factor.
X: Namanya siapa?
Y: Fathin
X: oh yang artis penyanyi itu yaa
Y: =D kalau aku Fathin pengaji. Eaak
Lumayanlah disamainnya sama yang bagusan. Daripada sama ikan hehehe
Nah itulah bagusnya branding yaa..
Sampe katanya pas suami lagi proses ta'aruf sama aku itu lagi jaman-jamannya Fatin Shidqia tampil. Pas di tawarin ta'aruf sama aku yg namanya Fathin juga akhirnya dia mau lanjut uhuk.
Yah sedikit banyak nama itu mempengaruhi branding yaa..
Eh, atau jangan-jangan ini yg lagi buka blogku karena dikira aku Fathin Shidqia juga lagii #yekali haha jelas-jelas Fathin Aulia #ngayal.
Bahas sedikit arti namaku. Fathin itu artinya Cerdas, dari kata Fathonah. Sedangkan Aulia itu pemimpin. Karena aku anak pertama jadilah orang tuaku pengen aku jadi pemimpin yang cerdas. Gitu kali yaaa.
Nah temen-temen yang baca tulisan aku ini, dipikirannya aku itu yang gimana si?
Tulisan Kesukaan
Kalau ditanya aku suka nulis tentang apa jawabannya adalah tulisan curhat. Piis hehe.
Karena curhat itu pasti ngalir dan tentunya ngelegain hati. Pastinya nulis bisa menjadi obat hati, menuangkan segala pikiran, bermanfaat bangeet untuk diri sendiri dan kalau di tulis di blog manfaat nya untuk orang laiin kan?
Karena keseharianku sekarang adalah menjadi ibu, mungkin curhatku lebih ke parenting. Karena misi ku, aku ingin tulisanku bisa bermanfaat untuk orang lain.
Yang aku rasa, menjadi seorang ibu adalah pembelajaran dan keistimewaan yang sangat berharga. Setiap waktuku menjadi lebih berharga dan ternilai.
Bagaimana tidak? Ada manusia-manusia kecil yang selalu mencariku setiap kali aku pergi. Ada yang selalu merindukanku.
Akankah aku sia-sia kan kesempatan Istimewa ini? Aaah rasanya menjadi ibu itu menjadikan ku terasa berharga.
Namun, seorang ibu juga manusia. Adakalanya ibu lelah dan menjadikannya lupa karena emosinya. Adakalanya ibu juga ingin dimengerti, juga dikasihi.
Maka itulah perlu banget terus dan terus selalu belajar menjadi ibu yang baik, menjadi orang tua terbaik untuk mengantarkan anak-anak dan bahtera rumah tangga ini ke surga-Nya.
Blog ini akan memuat sejumlah kisah yang mengandung parenting didalamnya, yang semoga bisa menjadi pelajaran bersama dikemudian hari untukku tentunya.
Karena sejatinya menulis itu mengikat ilmu. Tulisan tentang pengalaman parenting dan ilmu-ilmu parenting yang aku dapet insya Allah akan aku tulis disini.
Karena ilmu parenting itu gak didapat dibangku sekolah, kita harus pinter-pinter sendiri mencarinya.
Benarlah anak itu bisa menjadi qurrata a'yun, penyejuk mata, jika kita benar-benar menghadirkan Allah selalu dan hati kita setiap kali membersamainya.
Setiap anak memiliki kelebihan dan keistimewaan yang berbeda. Dari setiap tingkahnya jika dicermati akan menimbulkan pelajaran baru bagi ibu.
Tujuan utama kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. Dari itu, menjadi ibu adalah ibadah yang termulia, karena janji Allah balasannya surga.
Semoga aku bisa menjadi ibu terbaik untuk anak-anak ku. Menjadi istri yang selalu dirindu, dan bisa membawa keluarga bersama berkumpul lagi di surgaNya. Aamiin ya rabbal alamiin 😇
Selasa, 20 November 2018
Blog Untuk Berbagi Manfaat
Kenal blog itu udah lebih 5 tahunan. Inget banget awalnya itu minta buatin temen yang pinter banget ngedesain dan ngotak-atik komputer.
Yang paling aku sukain dari blog itu, bisa menulis dari hati terdalam, meluangkan isi hati dan semoga bisa bermanfaat dan diambil pelajarannya untuk orang lain.
Tapi bener sih, aku masih jarang banget ngepostnya. Setahun cuma beberapa aja, karena kebanyakan itu karena belum tuntas tulisannya, atau terkadang ada perasaan minder pas mau ngepostnya. Hehe, ada yang samaan gak yaa?
Kesininya, baru sadar banget, ternyata blog itu manfaat banget untuk berbagi. Berbagi pengalaman, cerita, review, testimoni, tutorial, dan ilmu-ilmu manfaat lainnya. Malahan bisa banget ya buat dapet penghasilan.
Aku memang suka banget nulis, lebih tepatnya nulis curhat yaa hehe piis. Atau tulisan-tulisan ringkasan dari buku yang aku baca, jadi semacam ngeriview gitu. Dan dari setiap tulisanku itu niatnya memang untuk berbagi dan mengobati hati. Selama ini, menurutku blog adalah tempat yang pas banget untuk nulis panjang sesuka hati.
Aku suka banget berbagi, berhubung yang ku punya cuma cerita dan pengalaman, semoga bisa bermanfaat untuk orang banyak. Rasanya seneng banget, saat ada teman-teman yang meminta saran dan cerita-cerita pengalamanku, dan mereka merasa bermanfaat.
Blog ini, kurasa sangat-sangat bermanfaat untuk menyimpan semua cerita, ilmu dan pengalaman itu. Bisa bermanfaat untuk diri sendiri saat dibaca lagi, dan orang lain yang membutuhkan informasi nya.
Nggak semua orang suka baca yang panjang-panjang. Nah, tapi kalau ada yang suka baca blog itu, berarti emang lagi cari informasi atau memang suka membaca. Jadi blog adalah tempat berbagi manfaat yang tepat. Karena kapan saja manfaatnya bisa diambil.
Tapi banyak juga sih, yang niat ngeblog, untuk menulis yang merusak. Iih, jangan sampai ya niat kita begitu. Jadikan blog sebagai ladang kebaikan kita menebar manfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri dan tentunya orang lain.
Nilai kebaikan itu terbalasnya bisa kapan saja. Sedangkan hasil materi adalah bonusnya. Niatkan segala kebaikan dengan keikhlasan, karena bermanfaat itu akan menuai kebahagiaan.
Jumat, 20 April 2018
30 Day Writing Ku
Aku itu suka banget nulis. Walau masih sering tulisannya kacau balau. Dengan menulis bisa mencurahkan segala rasa, ide, perasaan dan banyak lainnya.
Berbagi pengalaman, curahan hati, berbagi ilmu, unek-unek, suka duka perasaan sangat efektif tertuang dalam sebuah tulisan. Karena menulis bisa menjadi energi positif yang tersalurkan.
30 hari menulis ini benar-benar sangat berkesan bagiku. Kenapa? Karena keinginanku, kesukaanku bisa tertuang sebagai paksaan. Ini tentang paksaan yang baik, paksaan untuk lebih baik dan sukses.
Katanya ingin menjadi penulis, tapi nggak pernah nulis, kan aneh, iya nggak? Hehe
Iya bisa dibilang mirip begitulah aku ini. Suka dan hobi, tapi masih banyak alasan, yang rempong, merasa belum baik, malu, nggak ada waktu dan segudang alasan yang bikin gagal.
Naah,ini yang harus banget di hilangkan! Nulis itu kudu dipaksa! Dibiasakan! Dilaksanakan! Agar menjadi kebiasaan dan perlahan otak terasah dengan kata-kata yang selalu tertuang. Lama kelamaan, jika sudah terbiasa, akan memberi kalimat-kalimat yang menyentuh, menginspirasi dan bermanfaat.
30 hari menulis challenge ini, benar-benar membuatku terpaksa untuk menulis. Bagai alarm pengingat cita-citaku. Aku sangat menikmati paksaan ini, proses ini, sehingga aku sangat senang, mendapat energi baru, dan pastinya kebiasaan menulis yang harus terus di jaga.
30 hari menulis ini, telah mengubah mindset ku. Telah mengubah kebiasaan ku. Semoga aku selalu bisa bermanfaat dan menjadi lebih baik lagi. Aamiin ya rabbal alamiin 😇.
Terima kasih #30DayWritingchallenge🌼
Rezeki yang tak di sangka-sangka
Allah sudah mengatur rezeki setiap manusia dari sebelum ia lahir. Jodohnya, rezekinya, kematiannya, takdirnya sudah tercatat di lauh mahfuz sejak masih berumur 40 hari dalam kandungan ibu.
Teringat kejadian akhir-akhir ini. Masya Allah, Allah memberikan rezeki kepada keluarga kami tanpa di sangka-sangka. Awal bulan ini, kami menyempatkan pulang kampung untuk mengobati rasa rindu kami pada orang tua kami di Lampung.
Tentu sangat menguras banyak pengeluaran bulanan kami. Sehingga di tanggal akhir- akhir seperti sekarang persediaan uang bulanan sudah sangat menipis.
Tanpa disadari, ternyata bulan ini juga aku harus membayar uang semesteran kuliah agar bisa mengikuti UAS. Tabungan yang sudah menipis itu tidak cukup untuk melunasinya di bulan ini. Aku pun bingung, kira-kira kapan bisa melunasinya, mengingat waktu UAS sudah tinggal beberapa hari lagi. Sedangkan gajian suami belum waktunya.
Alhamdulillah, karena pekerjaan sambilan ku juga adalah sebagai online shop, ternyata malam itu aku mendapat komisi dari penjualanku. Masya Allah, kaget dan rezeki dari Allah yang tak terduga datang di waktu yang tepat.
Alhamdulillah, akhirnya keesokan harinya, aku bisa melunasi bayaran kuliah semester ini dengan uang komisi tersebut. Masya Allah.
Setelah beberapa hari dari kewajiban membayar uang semesteran kuliah tersebut, aku dikagetkan dengan kabar akan datang tamu dari luar kota ingin bermalam di rumahku beberapa hari. Rasanya senang mau ada yang berkunjung, tetapi disisi lain sedang bingung, karena lagi tidak ada rezeki untuk menjamunya.
Akhirnya, setelah kabar itu, aku dan suami berniat untuk mengambil sementara uang simpanan. Keesokan harinya, tiba-tiba suami WA aku dengan pesan.
"Alhamdulillah say, aku dapet rezeki banyak, cukup untuk jamu tamu kita. Jadi nggak perlu ambil uang simpanan."
"Alhamdulillah ya Allah," ujarku membalas kabar tersebut.
Masya Allah, Masya Allah, begitulah skenario Allah sangat indah dalam memberi rezeki kepada setiap hamba-Nya. Selalu Allah beri pada waktu yg terbaik.
Teringat sebuah ayat Allah,
…Man yattaqillâha yaj’allahû mahrajan. Wa yarzuqhu min haitsu lâ yahtasib… yang artinya “…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At Thalâq 2-3). 🙂
Kamis, 19 April 2018
Catatan Kecil Pengusaha
Menjadi pengusaha haruslah tangguh!. Jalan menjadi pengusaha selalu dipenuhi onak dan duri.
Hampir setiap kisah pengusaha sukses, dengan melewati masa-masa sulit. Masa-masa bangkrut dan jatuh. Dan sebenarnya itulah yang menjadikannya lebih kuat.
Ketika kita sudah memilih dan bercita-cita untuk menjadi pengusaha, berarti kita sudah siap dengan segala resiko dan prosesnya. Pengusaha dituntut selalu kreatif, positif, tangguh, tiada kata menyerah.
Selalu semangat, mempunyai jiwa pengusaha berarti harus memiliki jiwa pemimpin. Mengarahkan dan membina para karyawannya, untuk menjadikan usahanya semakin sukses.
Dengan menjadi pengusaha, sebenarnya menjadi orang yang mulia. Kenapa? Karena banyak membantu orang untuk menjadi wasilah mendapatkan rezekinya.
Kalau kata mas Ippho Santosa " kalau bekerja saja adalah ibadah, maka menjadi pengusaha, lebih besar ibadahnya, karena membantu orang banyak.
Kebanyakan kita takut menjadi pengusaha karena pikiran negatif kita sendiri. Karena mental blok yang kita miliki. Inilah yang harus kita rubah.
Sebenarnya apa yang kita takutkan, padahal kita belum mencobanya?
Sesuatu yang menghambat pekerjaan dan proses kita hanyalah pikiran saja. Kita tak akan tahu hasilnya jika kita belum berusaha, apalagi mencobanya.
Memangnya siapa kita, yang bisa meramal masa depan? Berarti sudah tidak percaya dengan takdir Allah, dengan meramalnya sendiri. Apalagi meramal yang tidak baik. Na'udzubillah.
Dalam sebuah hadist Rasul "Sesungguhnya Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya."
Dan inilah yang menyebabkan belum bisa sukses dan berhasil, karena pikiran negatif kita sendiri.
Ketika kita memiliki niat yang kuat menjadi pengusaha. Yakinlah bahwa kita bisa menggapainya. Selalu libatkan Allah dalam segala hal. Niatkan segala apa yang kita lakukan hanya karena Allah SWT.
Sebelum kita lakukan apapun, teknik apapun. Lakukanlah dahulu ibadah untuk mencapai keridhoan Allah. Jika Allah ridho, apapun yang kita mau pasti selalu Allah SWT kasih dan segerakan.
Nikmati selalu proses nya, maksimalkan ikhtiarnya, kencangkan ibadahnya. Insya Allah apapun cita-cita kita akan Allah segerakan pada waktu yang tepat.
Selalu dahulukan hubungan dengan Allah, sebelum hubungan dengan manusia. Harus seimbang agar hasilnya maksimal.
Catatan ini, sebagai motivasi pribadi, semoga bisa menjadi pribadi yang selalu bermanfaat, menginspirasi, menjadi pengusaha sukses, Allah SWT ridhoi dan bahagia dunia akhirat. Aamiin yaa rabbal alamiin 😇
Rabu, 18 April 2018
Hakikat Kehidupan Dunia
Mendengar kata "Dunia" aku jadi teringat dengan surat Al-hadid Ayat 20-21.
20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.
Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
21. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.
Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Awal kalimat dalam ayat 20 ini, memperingati kita, bahwa kehidupan dunia hanya permainan dan sesuatu yang melalaikan.
Benar saja, kehidupan ini di penuhi dengan kesibukan mencari harta, kemegahan, sibuk dengan anak dan mengurusi kehidupan dunia. Padahal sesungguhnya tujuan kita hidup di dunia hanya untuk beribadah kepada Allah.
Dalam Q.S Adz-dzariyat :49
Dan tidaklah kami menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Maksud dalam ayat ini, beribadah bukan hanya kesibukan di masjid saja, tapi haruslah diimbangi antara dunia dan akhirat nya.
Bekerja karena beribadah kepada Allah. Belajar niat ikhlas karena menjalankan syariat Allah. Mendidik anak sabar dan ikhlas karena Allah. Makan, minum, olahraga, mandi, bersih-bersih dan lain sebagainya niat untuk beribadah karena Allah.
Karena tanpa dipungkiri kehidupan dunia juga sangat penting untuk kita. Bagaimana bisa bersedekah atau berzakat, jika tidak punya harta?
Bagaimana bisa sehat bugar, ibadah kuat kalau tidak makan dan minum serta hidup yang sehat?
Bagaimana bisa menghidupi keluarga kalau tidak bekerja?
Itulah sebagian pertanyaan yang tidak bisa dipungkiri. Nah maka dari itu Allah mengingatkan kita, agar tidak lalai. Agar selalu ingat Allah dimanapun kapanpun berada. Bekerja niat untuk beribadah karena Allah. Untuk menghidupi keluarga, untuk zakat , shadaqah dan lainnya.
Butuh ikhtiyar yang kuat dibarengi ibadah dan ikhlas karena Allah.
Allah membuat perumpamaan bahwa kesenangan dunia hanya tipuan belaka, seperti hujan yang deras. Ketika petani melihatnya sangat senang, tetapi ternyata hujan itu hanya pembawa keburukan dikemudian hari.
Begitu hakikat kehidupan dunia, melenakan dan tipuan belaka.
Selasa, 17 April 2018
Tujuh Belas Tahun
Banyak kenangan bersama sahabat, teman kerabat pada masa ini.
Dan merekalah yang menentukan kita kedepannya. Apabila kita dekat dengan sahabat yang tidak baik akan mudah terpengaruh dengan lingkungan yang tidak baik.
Apabila baik, InsyaAllah mudah mengarah kepada yang baik. Maka dari itu pada masa ini sangat menentukan kebiasaan kita kedepannya.
"Anak zaman now"
Inilah istilah yang lagi populer untuk menjuluki anak-anak masa kini. Termasuk para remajanya.
Walaupun usia tujuh belas tahun sudah mendapat KTP dan dipercaya sudah menjadi dewasa. Tetapi mereka masihlah remaja dan seorang pemuda.
Banyak kelakuan dan tingkah yang aneh dengan istilah "anak zaman now" ini. Dengan istilah ini, mereka malah tidak malu dan dengan bangganya memamerkan keanehan dirinya.
Tujuh belas tahun, saat itu aku berada di penjara suci, pada bulan november tahun 2011. Penjara suci adalah istilah lain dari Pondok pesantren. Iya, saat umurku tepat 17 tahun, aku sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Ada rasa syukur sampai saat ini, karena orang tua ku menaruh ku disana.
Pondok putri dan putra bertempat yang bersebrangan. Jadi aman dari
Senin, 16 April 2018
Desa Gunung Kidul
Aku mempunyai mbah buyut yang tinggal di desa gunung kidul Yogyakarta. Disana, aku sangat merasakan suasana khas desa.
Ibu, bapak, nenek, kakek, om tante maupun anak-anak sangat senang berkebun.
Jalan kaki dengan jarak yang tidak dekat. Memikul rumput, beralaskan sendal jepit, terkadang tanpa alas kaki. Hampir disetiap rumah ada kandang binatang ternak, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, dan lainnya.
Suasana desa yang kental, yang jarang kutemui di kota. Suasana hangat, saling sapa menyapa, berbagi hasil panen, menyuci baju di sungai, membajak sawah dengan sapi, bermain di lapangan luas, dan aktivitas lainnya di desa.
Yang sering disayangkan, terkadang di desa kurang mendapat sentuhan dari pemerintah. Padahal mereka adalah warga negara yang harus mendapatkan kesejahteraan.
Misalnya listrik, belum banyak pedesaan yang mendapatkan sumber daya listrik yang memadai. Anak-anak yang ingin belajar pada malam hari, terpaksa harus menggunakan lampu lilin untuk mendapatkan cahaya. Padahal sangat tidak baik untuk kesehatan mata.
Sumber daya manusia yang ada di desa harus selalu dibina. Terkadang, karena kurangnya ilmu pengetahuan, mereka sangat rentan mengikuti hal-hal yang tidak baik.
Dalam hal ekonomi, ini yang selalu menjadi masalah dari pedesaan. Hasil panen mereka sering kali dihargai dengan sangat murah. Padahal, mereka sangatlah membutuhkan untuk membeli bibitnya kembali dan keperluan sehari-hari.
Tugas pemerintah dan kita bersama untuk membina dan mensejahterakan pedesaan. Dari pedesaanlah indonesia terkenal dengan negara maritim dan perkebunan terluas. Bagaimana bisa menjadi negara yang maju jika petani dan nelayan saja tidak dihargai?.
Sangat miris saat Indonesia banyak mengimpor beras, garam, buah-buahan, ikan dan banyak lagi dari luar negeri. Alasannya hanya karena hasil dari dalam negeri kurang dan kurang memuaskan.
Padahal, bisa jadi, akar masalahnya karena petani kita kurang di edukasi bagaimana cara memproduksi hasil panen yang baik. Atau petani kita kurang dihargai, membeli kepada mereka dengan harga sangat murah. Sehingga banyak petani-petani yang menjual tanahnya berpindah pekerjaan menjadi buruh.
Hanya sedikit sisa petani-petani kita, karena mereka kurang dihargai. Bagaimana negeri ini akan dihargai sedangkan belum bisa menghargai masyarakatnya sendiri?.
Apalagi zaman teknologi yang super canggih masa kini. Jika petani dan masyarakat desa belum bisa merasakan kesejahteraan negerinya amatlah disayangkan. Seharusnya masyarakat desa bisa lebih terbantu.
Seperti aplikasi i-Grow misalnya. Aplikasi jual beli hasil panen yang menghubungkan antara investor, pemilik lahan tanah, petani, dan pembeli. Akad jual beli didalam nya salah satunya dengan akad salam. Akad yang saling menguntungkan satu sama lain. Inilah muamalah islam, sangat adil dan mensejahterakan.
i-Grow sudah membantu mensejahterakan ribuan masyarakat desa khusus petani di Indonesia. Karena keluhan kebanyakan para petani adalah kekurangan modal, lahan dan harga jual yang rendah. Aplikasi ini sangatlah membantu mereka.
Tugas kita bersama untuk peduli dengan pedesaan. Mereka adalah bagian kita, saudara kita, mereka yang sangat berjasa mempertahankan budaya Indonesia.
Minggu, 15 April 2018
Daya Dan Kekuatan Hanya Milik Allah.
Tak disangka, aku bisa melewatinya. Bukan aku yang kuat, tapi Allah-lah yang menguatkan.
Banyak juga kita mendengar kisah tentang sebuah kekuatan keyakinan dan do'a. Seringkali kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasilnya belum sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Tetapi ketika kita sudah mulai ikhlas, pasrah dan doa kepada Allah, saat itulah Allah mewujudkan keinginan kita.
Maka itulah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah SWT.
Sabtu, 14 April 2018
Tujuh Belas Tahun
17 tahun.
Sweet seven teen, itulah yang sering kita dengar ketika ulang tahun ke tujuh belas tahun. Dengan mendapatkan KTP, pertanda bahwa masa remaja dimulai.
Usia yang menunjukkan peralihan dari masa kanak-kanak, ke masa remaja. Masa penuh rasa dan mulai egois. Sebenarnya yang aku rasakan pada masa ini adalah masa dimana jati diri mulai terbentuk.
Semangat yang menggebu, kecondongan kita pada suatu hal dan kebiasaan yang baik/buruk bermulai pada masa ini. Jika pada masa remaja, mulai tujuh belas tahun ini sukanya bermalas-malasan, melakukan hal yang kurang bermanfaat, menghamburkan uang, berantem sana-sini, akan membentuk kebiasaan buruk ketika dewasa.
Tapi sebaliknya, ketika mulai pada masa ini, dengan hal dan kebiasaan yang baik, maka pada waktu kedepannya, akan menjadi manusia yang baik.
Seperti misalnya pada masa ini berteman dengan teman yang rajin belajar, ikut organisasi di sekolah, ikut ROHIS, rajin baca, suka ngajarin temen, sopan terhadap guru dan orang yang lebih tua, senang belajar agama, memakai pakaian yang menutup aurat dan banyak lagi.
Menunjukkan kebiasaan yang baik, akan menjadikan kedepannya mudah untuk diarahkan ke hal dan kebiasaan yang baik.
Masa remaja, adalah masa menggebu. Semangat yang dirasa, sangat bisa disalurkan dengan fisik yang ada. Dia merupakan agen perubahan
Pantas saja presiden Soekarno berkata "Berikan aku 10 pemuda Niscaya akan kuguncangkan dunia."
Pemuda adalah agen perubahan. Jika pemudanya baik, maka akan baiklah sebuah negara, dan sebaliknya, jika buruk, makan buruklah negara itu.
Sangat disayangkan pada zaman ini, pemuda-pemuda ya sengaja dirusak untuk merusak generasi selanjutnya. Seperti istilah sweet seven teen, istilah tentang masa indah tentang kebebasan hidup. Ini sangat salah.
Padahal pada masa ini adalah masa terbaik setiap manusia untuk menuju lebih baik, bukan untuk dirayakan atau berfoya-foya, dengan pacaran, percintaan, jalan-jalan, pergaulan yang tidak baik dan banyak lagi hal yang merusak remaja.
Pengalamanku pada usia tujuh belas tahun, berada dalam penjara suci. Aku sangat bersyukur Allah takdir kan aku berada didalamnya.